Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 12

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 25

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 25

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 26

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 26

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 27

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 27

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 28

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 28

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/maincore.php on line 29
Saatnya Sarjana Komputer Indonesia Go International - Alhasanah
Alhasanah
Al-hasanah Pendidikan yang mengutamakan keseimbangan antara imtak dan iptek
Home Downloads Ruang Chatting Forum Diskusi Tanya Jawab TK SDSN SMP
Lambang Bangsaku



Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono
( Presiden RI )


Prof. Dr. Boediono
( Wakil Presiden RI )
Navigation
Home
Artikel
Web Pendidikan
Laporan berita
Downloads

Ruang Chatting
Forum Diskusi
Tanya Jawab
Hubungi Kami
Photo Gallery
Pencarian

TK
SDSN
SMP

Calendar


Latest Articles
UASBN DAN IMPLEMENTA...
MUHASABAH DAN MOTIVA...
KARYAWISATA DALAM PE...
Memuliakan Janda dan...
Saatnya Sarjana Komp...
Users Online
Guests Online: 4
No Members Online

Registered Members: 29,138
Newest Member: AnthonySa

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/alhasana/public_html/side_left.php on line 38
Saatnya Sarjana Komputer Indonesia Go International
Bidang kerja TI yang terbuka pun beragam dan hampir sama dengan yang ada di lokalan. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++ dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) di bidang telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administrator pun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangat banyak . Hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga kerja yang sudah spesifik ini, dan kalau saya tuliskan mungkin daftar lowongan tersebut sepanjang artikel ini.

Nah, kalau melihat situasi seperti itu akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan hasil perguruan tinggi di Indonesia tidak memadai ? Berapa banyak sih perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menghasilkan "software engineer" yang handal ? Mungkin di Indonesia baru mampu menghasilkan programmer kelas papan bawah ? Jika memang anda programmer atau software engineer yang handal, apakah anda mengenal istilah-istilah ini: lex, yacc, compiler construction, grammer, token, CMM, dan sebagainya ?

Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang

Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman. Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul. Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat ketar-ketir negara dunia ketiga, negara "dunia pertama" macam Jerman pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa didapatkan dari kalangan sendiri.

Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit. Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara di Asia, seperti India dan Cina. Nah, ini namanya peluang kan ?

Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan," jelas Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com - sebuah portal informasi lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.

Di dalam negeri sendiri untuk layanan informasi publik, tenaga IT yang dibutuhkan untuk sektor ini, ialah tenaga untuk mengelola e-government. Perkembangan kebutuhan terhadap tenaga untuk mengelola e-governmet akan sejalan dengan perkembangan implementasi e-governement. Sebagai gambaran menyeluruh terhadap kebutuhan ini, dapat dilihat dari jumlah lembaga pemerintah pusat, kabupaten/kota dan lembaga lainnya. Berdasarkan kasus pengelola e-government di Kalimantan Timur, yang mengelola e-governemt untuk 14 layanan, menggunakan tenaga IT 11 orang, maka untuk seluruh instansi pemerintah, memerlukan paling sedikitnya memerlukan 5.489.

Sedangkan layanan komersial, tenaga IT di bidang ini ialah personil yang bekerja di bidang jasa di berbagai bidang dimana transaksi dengan konsumen dan kliennya menggunakan dukungan teknologi telematika, seperti e-bisnis, e-health yang dikelola swasta, e-education yang dikelola swasta, media saiber. Untuk media saiber, jika seluruh media cetak dan elektronik yang ada sekarang akan mengembangkan media saiber dengan perkiraan satu media menggunakan 21 tenaga IT, maka dibutuhkan 40.341.

Tata Sutabri S.Kom, MM -- Deputy Chairman of STMIK INTI INDONESIA, Pemerhati Dunia Pendidikan TI, Jl. Arjuna Utara No.35 Duri Kepa Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510 Telp. 5654969, e-mail : tata.sutabri@inti.ac.id .

Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Random Ayat
Gallery
Sponsor
Jumlah Pengunjung sampai saat ini : 3,851,620 Unique Visits
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Member Poll
Bagian mana yang paling anda sukai ?

Kolom berita

Photo Gallery

Ruang Chating

Shoutbox
Name:

Message:
Help

No messages have been posted.
Updated by Mutia Arbawati, Lab Al-Hasanah © 2008 WWW.ALHASANAH.COM @2008 3,851,620 Unique Visits